Minggu, 14 Juli 2013

SERPIHAN TERAKHIR itu... akhirnya ketemu juga

(Terinspirasi dari Buku Puzzle Jodoh walau belum pernah baca bukunya)

Saat ku mencari dalam do’a-do’a panjang
Dalam sujud di atas sajadah yang terbentang 
Teriring bening mutiara yang mengalir 
Dan untaian hitungan tasbih yang bergulir 

Beberapa yang datang menghampiri 
Bukan untuk sekedar datang dan pergi 
Namun meminta untuk jadi belahan jiwanya 
Dicinta dan disayang atas nama Cinta-NYA 

Kurun waktu yang terasa tak sebentar 
Akhirnya tiba membuat hati bergetar 
Kau datang meminta dan meminang 
Menjadi bagian tulang rusukmu yang hilang. 

Ku harap kau serpihan yang terakhir 
Yang melengkapi perjalanan yang mengalir 
Cinta…selalu berharaplah yang terindah
Untuk perjalanan cinta kita. 

Aamiin 

Devy Nadya Aulina 
Kota Angin, 10 Februari 2013. 
(Tak terasa air mataku mengalir saat menuliskan puisi ini yang begitu saja tertuang dari tarian jemariku).

     Alhamdulillah, akhirnya setelah 'ngubek-ngubek' tulisan saya di komputer. Postingan yang hilang bisa saya posting ulang. Ini karena saya tidak pernah langsung posting tulisan langsung di blog. Saya biasa menulis dalam format word yang kemudian di salin di blog. Tulisan ini saya masih ingat benar, untuk mengikuti kuis Kamis-nya Mbak Nunu di IIDN. Walaupun enggak menang. He he..

10 komentar:

  1. Balasan
    1. Terima kasih apresiasinya Mbak Tanty. Terima kasih juga sudah mampir.

      Hapus
  2. hwaduh mbak dev, romantis dan hak jleb pas dibaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he. Terima kasih sudah mampir Mbak. Salam kenal ya.

      Terasa berkesan saat membaca puisi ini lagi di saat tepat hari ini usia pernikahan kami menginjak 13 tahun.:)

      Hapus
  3. walaaah akhirnya nemu juga blognya teh Devy. Dulu pernah mampir tapi kayaknya di blognya yg satu lagi deh. Ini postingan bulan Juli ya. Yg Agustusnya koq ga ada teh ? belum sempat nulis lagi ya ? ditunggu ya tulisannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dulu Teh Win pernah mampir di blog ini koq. Dulu nama blognya "Ketika Jemariku Kembali Menari", lalu saya ganti dengan nama saya. Iya Teh Win, saya jarang nulis di blog. Buka gmail nya lama. Terima kasih sudah mampir ya.

      Hapus
  4. Terima kasih apresiasinya Mbak Luluk. Maaf, baru lihat blog lagi nih, Mbak.:)

    BalasHapus
  5. Duuh..enggak nahan deh, sama kata-kata:

    Ku harap kau serpihan yang terakhir
    Yang melengkapi perjalanan yang mengalir

    Kereen,Mbak Devi ... :)

    BalasHapus