Rabu, 04 April 2018

Dimulai Dari Nol Dengan Modal Sangat Minim

Alhamdulillah, saya tidak pernah berhubungan dengan yang namanya: top up, restruct, rescedule, Bank Titil, rentenir, KUR dan leasing. Bisnis atau usaha kuliner saya pun dimulai tanpa pinjaman apa pun, tapi dari sedikit tabungan yang ada. Juga memanfaatkan peralatan dapur yang ada dan sangat sederhana.

Bisnis saya bertumbuh secara organik tapi sehat. Tidak terlihat wah dari luar, namun keropos secara finansial dari dalam. Demikian juga bisnis kepenulisan yang saya jalankan sudah empat tahun lebih, dimulai dari HP jadul, hingga bisa membeli laptop dan smartphone sendiri. Semua serba organik.

Memulai sesuatu dengan Bismillaahirrahmaanirrahiim, diniatkan untuk ibadah dan berbagi kebaikan dan manfaat bagi sesama. Keberkahan dan ridla Allah SWT yang kami cari, itu sudah cukup dan membuat kami merasa kaya. Kaya dengan bersyukur dan menerima apa yang Allah SWT karuniakan kepada kami sebagai rezeki.

Keluarga yang sehat, anak-anak yang tumbuh dengan cerdas merupakan rezeki tak ternilai bagi kami. Kami bisa tetap makan dengan lauk sederhana setiap hari, itu harta bagi kami.

Terkadang juga kami tersilap dengan fatamorgana dunia maya. Namun kembali kami diingatkan hakikat untuk apa kami diciptakan. Tak lebih untuk beribadah kepadaNya, dan dunia ibarat tempat untuk mampir beristirahat dan minum.

Bisnis hendaknya kita jadikan sarana untuk lebih mendekatkan diri padaNya, bukan malah membuat Allah SWT murka karena apa yang kita lakukan melanggar perintahNya.

Tugas kita, berikhtiar dengan keikhlasan, berdoa dan tawakal, untuk hasil akhirnya ada pada iradah-Nya.

Kota Angin, 3 April 2018.

Rabu, 14 Maret 2018

Banyak Cara Menuangkan Ide dan Menulis

1. Membuat catatan apapun yang dilihat, didengar dan dirasakan.
Ada kata yang enak buat ditulis, tuliskan. Apa yang tertangkap mata, langsung tulis.

2. Ide berupa gambar.
Bisa juga difoto. Ini Bank Ide saya menumpuk dalam bentuk foto. Atau melihat gambar, lukisan dan sejenisnya.

3. Didengar.
Suara kita bisa direkam atau kita merekam suara narasumber. Dalam jumpa koresponden UMKM, selain saya bisa berfoto dan endorse dengan Andi F. Noya, saya pun sedikit merekam apa yang disampaikannya. Bisa jadi 2 artikel berbeda dari 1 pertemuan.

Apa yang kita dengar juga bisa berupa lagu, curhatan seseorang dan lain sebagainya.

3. Dari bacaan yang kita baca. Sumber ide bisa datang dari manapun. Termasuk membaca tulisan atau status FB, membaca buku, majalah, koran atau tulisan dari internet.

Nah, sekarang, masih sulitkah Anda mendapatkan ide dan menuliskannya?

Salam Pena Kreatif,
Devy Nadya Aulina.

Kota Angin, 3 Oktober 2017, 07.22 WIB.

#MenulisSpontanDiWA #MenulisDariHPItuAsyik #GriyaKreatifDeyalina

Senin, 22 Januari 2018

Berjuang Jangan Setengah-setengah

Berjuang jangan setengah-setengah.

Berjuang ... ya berjuang ....

Berjuang bukan hanya di medan perang.
Berjuang dari rumah untuk seorang ibu rumah tangga untuk meraih ridho-Nya dan ridho suami.
Berjuang di luar rumah untuk seorang ibu rumah tangga demi orang-orang yang dikasihi.

Di mana pun dan kapan pun, perjuangan seorang ibu rumah tangga tak akan pernah surut. 
Apa pun motivasinya, untuk aktualisasi diri maupun demi keluarga. Jangan pernah memandangnya sebelah mata.
Karena, itulah salah satu caranya berjuang.

Aku berjuang dengan tarian jemari menghasilkan tulisan.
Ataupun dengan alat dapur untuk menghasilkan masakan dan camilan.

Apapun, aku ingin bermanfaat untuk sesama. Seperti perjuanganku untuk mendapatkan izin edar dan legalisasi untuk semua produk kuliner yang kubuat. Hingga akhirnya produk bumbu dengan merek "Mbak Vy" mendapatkan sertifikat Halal MUI di bulan November 2017. Sambal Pecel, Bumbu Sate dan Bawang Goreng 

Dan ... aku pun terus berjuang 

Devy Nadya Aulina.
Kota Angin, 22 Januari 2018.