Minggu, 31 Maret 2019

RESUME JIHAD PAGI (Pengajian Rutin Ahad Pagi) ISLAMIC CENTRE GONTOR NGANJUK, 31 Maret 2019


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

🕌 MAJELIS 'ILMI PENGAJIAN AHAD PAGI ISLAMIC CENTRE GONTOR NGANJUK

📚 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ

“Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu agama, maka Allah akan  mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

🎗“KAJIAN RUTIN SETIAP AHAD PAGI Muslim dan Muslimah”

📝 Hari & tanggal:
Ahad,  31  Maret 2019

🕓 Waktu :
Pkl. 06.00 -08.00 WiB

👤 Pemateri : Ustadz PROF DR THOHIR LUTH dari Surabaya

🕋 Tema:  Kembali ke Jalan yang Benar.

🧕Penulis Resume: Devy Nadya Aulina

🕌 Tempat:
ISLAMIC CENTRE GONTOR NGANJUK

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

URAIAN

Banya dari tokoh-tokoh kita sekarang adalah orang-orang yang rakus. Dalam situasi negara banyak pejabat negara yang masuk penjara karena rakus. Kita dalam hidup ini jangan pernah mau mengikuti pola hidup mereka. Karena masing-masing kita secara pribadi bertanggung jawab atas perbuatan kita sendiri.

Di dunia ini hanya ada dua jalan kebenaran. Yaitu jalan kebaikan, menuju surga nantinya. Dan jalan kesesatan yang membawa kita ke neraka. Baik neraka dunia maupun neraka di akhirat.

Neraka dunia contohnya: orang terkenal yang tadinya dipuji-puji orang, tiba-tiba dicibir dan dihina orang.

QS Al-An'am: 153
وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

153. Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.

Inti dari ayat ini:
1. Kita disuruh mengikuti jalan kebenaran (jalan yang lurus)
2. Kita dilarang mengikuti jalan kesesatan dalam hidup kita
3. Ada akibat dari apa yang kita lakukan

Suka atau tidak suka, kehidupan kita ini akan berakhir. Kalau sudah berakhir, kita tidak punya kekuasaan lagi untuk menentukan nasib kita. Kecuali bila dia hanya menerima keputusan Allah. Di saat itulah perjalanan kita akan ditentukan ke kiri (neraka) atau ke kanan (surga).

Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam pun tidak bisa menolong nasib anaknya, Fatimah, dari siksa api neraka (diriwayatkan pada sebuah hadits). Yang menolong diri kita adalah diri kita sendiri. Bukan harta atau jabatan kita. Tapi amal salih kita.

Mengapa orang lebih suka memilih jalan kesesatan daripada jalan kebenaran (jalan yang lurus)?

Jawaban:
1.Sepanjang orang itu tidak berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah sebagai petunjuk.

Sebagai seorang Muslim harus berpedoman pada Al-Qur'an dan Sunnah. Sepanjang itulah kehidupannya kita akan dibimbing oleh Allah Subhana wa ta'ala.

Jangan pernah mencontoh kesesatan. Contoh kita adalah uswatun hasanah, Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam. Karena kehidupan Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam langsung dibimbing oleh Allah Subhana wa ta'ala.

2. Mengikuti kebiasaan yang berlaku di masyarakat

3. Karena hidup mengikuti hawa nafsu. Dalam
QS. Yusuf: 37, Allah sudah memberi peringatan agar kita tidak mengikuti hawa nafsu.

قَالَ لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِ إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَكُمَا ۚ ذَٰلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِي رَبِّي ۚ إِنِّي تَرَكْتُ مِلَّةَ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ

37. Dia (Yusuf) berkata, "Makanan apa pun yang akan diberikan kepadamu berdua, aku telah dapat menerangkan takwilnya, sebelum (makanan) itu sampai kepadamu. Itu sebagian dari yang diajarkan Tuhan kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka tidak percaya kepada hari Akhirat,

Sepanjang hidup manusia bila mengikuti hawa nafsu, dia akan menjadi budak-budak hawa nafsu. Tapi sebaliknya bila hidup manusia tidak mengikuti hawa nafsu dia akan menjadi hamba-hamba Allah.

✅Orang yang mendapat petunjuk dan rahmat yaitu orang yang suka membaca Al-Qur'an dan mendengarkan Al-Qur'an.

✅Ringkasnya Al-Qur'an ibaratnya seperti panggilan adzan. Hayya 'alashsholah dan Hayya 'alal fallah.

✅Keberkahan terletak pada harta yang halal.

✅Kalau kita tidak sholat, berarti kita tidak mensyukuri nikmat Allah.

Orang yang celaka dalam penelitian Profesor, bukan karena faktor kemiskinan, tapi karena meninggalkan petunjuk Allah Subhana wa ta'ala.

✅Bila hidup kita sudah  kehilangan berkah, maka itulah musibah.

Hidup ini harus kita pastikan dari sekarang:
1. Pastikan hidup kita berkah
2. Pastikan hidup kita berada dalam jalan yang lurus
3. Pastikan hidup kita  jadi hamba-hamba Allah yang shalih dan shalihah
4. Pastikan hidup kita di jalan-jalan kebaikan

✅Masjid dan panti asuhan (tempat anak yatim-piatu) tempat terbaik untuk kita memberi.

✅Kita harus berbuat yang baik. Berbuat baik belum tentu benar. Tapi berbuat benar pasti baik. Apalagi perbuatan benar itu bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah.

Kamis, 19 Juli 2018

Mindset Negatif dan Mindset Positif (dan pengaruhnya dalam kesuksesan)

Oleh: Devy Nadya Aulina
Kamis, 19 Juli 2018.

Mindset Negatif yang harus dihilangkan:
1. Menunda-nunda pekerjaan.
2. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain
3. Minder (tidak percaya diri)
4. Ingin instant tanpa mau berproses
5. Merasa diri tidak punya kelebihan
6. Sikap sombong
7. Sikap meremehkan orang lain
8. Boros
9. Malas dan tidak mau belajar (up grade ilmu)
10. Tidak pandai bersyukur

Mindset positif yang harus ditanamkan dan terus dipupuk untuk menggapai kesuksesan:
1. Manajemen waktu yang tepat
Ini sangat perlu untuk agar tidak ada waktu yang tersia-sia akibat menunda-nunda pekerjaan.
2. Tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Allah Subhahu wa ta'ala telah menciptakan manusia dengan sangat sempurna dengan segala kelebihan (potensi) dan kekuranganya, QS. At-Tiin: 4).Potensi ini yang hendaknya digali dan dikembangkan.
3. Percaya diri 
Sikap percaya diri adalah sikap positif untuk memupuk optimisme untuk memulai menggali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri.
4. Berproses untuk meraih sukses
Bukan hasil yang dinilai, tapi jalan dan usaha menuju kesuksesan yang akan membuat sesuatu itu menjadi bernilai.
5. Allah Subhahu wa ta'ala menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna (QS. At-Tiin: 4)
Manusia diciptakan menjadi makhluk yang paling sempurna. Manusia diberi ilmu dan akal agar bisa meng-ekspolari bakat dan potensi yang ada dalam dirinya.
6. Rendah hati
Rendah hati berbeda dengan rendah diri (minder). Tidak menganggap orang lain lebih rendah dari kita. Manusia mempunyai kedudukan yang sama di mata Sang Pencipta, yang membedakan hanya ketakwaan (ketaatan) dia pada-Nya.
7. Orang lain adalah mitra dan sejajar dalam meraih kesuksesan.
8. Hemat
Hemat, tidak sama dengan kikir. Kikir dan pelit bukanlah sikap yang baik. Sedangkan hemat adalah sikap membelanjakan sesuatu sesuai kepentingannya. Sebuah barang apabila tidak terlalu perlu dan penting, tidak usah dibeli.
9. Rajin
Bersemangat untuk selalu belajar dan mencoba sesuatu yang baru selama itu baik dan bermanfaat.
10. Pandai bersyukur
Allah Subhahu wa ta'ala berjanji yang tertuang dalam firman-Nya.
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS.14: 7).

Rabu, 04 April 2018

Dimulai Dari Nol Dengan Modal Sangat Minim

Alhamdulillah, saya tidak pernah berhubungan dengan yang namanya: top up, restruct, rescedule, Bank Titil, rentenir, KUR dan leasing. Bisnis atau usaha kuliner saya pun dimulai tanpa pinjaman apa pun, tapi dari sedikit tabungan yang ada. Juga memanfaatkan peralatan dapur yang ada dan sangat sederhana.

Bisnis saya bertumbuh secara organik tapi sehat. Tidak terlihat wah dari luar, namun keropos secara finansial dari dalam. Demikian juga bisnis kepenulisan yang saya jalankan sudah empat tahun lebih, dimulai dari HP jadul, hingga bisa membeli laptop dan smartphone sendiri. Semua serba organik.

Memulai sesuatu dengan Bismillaahirrahmaanirrahiim, diniatkan untuk ibadah dan berbagi kebaikan dan manfaat bagi sesama. Keberkahan dan ridla Allah SWT yang kami cari, itu sudah cukup dan membuat kami merasa kaya. Kaya dengan bersyukur dan menerima apa yang Allah SWT karuniakan kepada kami sebagai rezeki.

Keluarga yang sehat, anak-anak yang tumbuh dengan cerdas merupakan rezeki tak ternilai bagi kami. Kami bisa tetap makan dengan lauk sederhana setiap hari, itu harta bagi kami.

Terkadang juga kami tersilap dengan fatamorgana dunia maya. Namun kembali kami diingatkan hakikat untuk apa kami diciptakan. Tak lebih untuk beribadah kepadaNya, dan dunia ibarat tempat untuk mampir beristirahat dan minum.

Bisnis hendaknya kita jadikan sarana untuk lebih mendekatkan diri padaNya, bukan malah membuat Allah SWT murka karena apa yang kita lakukan melanggar perintahNya.

Tugas kita, berikhtiar dengan keikhlasan, berdoa dan tawakal, untuk hasil akhirnya ada pada iradah-Nya.

Kota Angin, 3 April 2018.